TELADAN DARI PERUMPAMAAN
Langkah Pertobatan
Pada dasarnya semua manusia telah berdosa dan telah kehilanggan kemuliaannya pada saat manusia pertama yaitu adam dan hawa melakukan dosa. Pada saat itu manusia bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhan yang rusak tetapi kuasa yang telah diberikan kepada manusia juga ikut hilang dari manusia. Namun karena kasih Allah, Ia merelakan anaknya yang tunggal yaitu Yesus kristus datang kedalam dunia yang begitu hina ini untuk menebus dosa manusia (Yohanes 3:16). Dia rela dislibkan dan mati untuk kita, namun pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali dari antara orang mati untuk menujukkan kuasanya. Dengan kebangkitannya, Ia menang melawan kuasa kematian dan juga mengambil kembali kuasa yang telah hilang dari manuisa. Untuk itu bagi kita manusia yang percaya kepadanya kita memperoleh kuasa tersebut kembali dari Tuhan dengan cuma-cuma tanpa melakukan apapun seperti yang dilakukan Tuhan Yesus untuk kita.
Namun bagaimana dengan orang-orang yang belum bertobat? Apakah sebenarnya defenisi dari pertobatan tersebut? Bagaimana langkah-langah untuk bertobat? Semua pertanyaan ini dengan jelas dapat kita lihat dari perumpamaan yang Tuhanberikan dalam (Lukas 15:11-32) tentang perumpamaan anak yang hilang. Dalam perumpamaan ini Yesus menceritakan seorang anak yang telah berbut dosa kepada orang tuanya yaitu dengan meminta harta yang menjadi haknya dan pergi begitu saja dengan harta tersebut. Namun pada saat harta yang dia miliki telah habis, ia idup dengan menderita sehingga ia teringat dengan kasih ayahnya. Saat mengingat hal tersebut ia menyadari bahwa ia telah berdosa dan mengambil keputusan di dalam hati untuk kembali kepada Ayah walau bukan lagi sebagai seorang anak melainkan seorang budak. Meskipun demikian ia tetap kembali dan melakukan keputusan yang dia ambil di dalam hatinya. Setelah hal tersebut ia kembali kepada ayahnya dan mengakui semua dosa-dosa yang dia perbuat.
Bagi kita saat ini, sama halnya seperti perumpamaan tentang anak yang hilang tersebut. Untuk bertobat hal yang pertama harus kita lakukan adalah sadar. Sadar bahwa kita telah melakukan dosa di hadapan Tuhan dan mau bertobat. Kemudian saat kita telah sadar, kita harus membuat keputusan dalam hati kita masing-masing untuk benar-benar bertobat dan saat kita telah membuat keputusan maka lakukanlah keputusan tersebut dan jangan berbuat dosa lagi. Setelah melakukan keputusan yang kita buat, maka berbaliklah kepada Tuhan dan jangan kembali lagi ke jalan yang salah tersebut dan lakukan pengakuan dosa dihadapan Tuhan.
Dengan demikian pertobatan adalah perubahan pola pikir dengan mengambil keputusan di dalam hati yang disusul oleh tindakan nyata untuk berbalik atau berubah haluan.
Comments
Post a Comment