Posts

Showing posts from August, 2020

BONEKA PAJANGAN

  BONEKA PAJANGAN             Tangkap Andi… ayo tangkap…. Jangan sampai jatuh, nanti yang jatuh dia yang kalah.             Hahaha, iya aku tangkap Zir, ayo lempar aja. Nanti kalau aku bisa tangkap kamu yang kalah ya.             Duaaaarrrr, doooorrrrr             Hahahahahahaha             Suara teriakan Andi dan Rizki yang sedang bermain bersamaku memenuhi ruang kamar yang ukurannya tidak terlalu besar saat ini. Aku adalah Neuron, robot mainan yang sedang mereka permainkan saat ini. Dilempar, ditendang sudah menjadi hal yang biasa aku alami.             Sreeekkkkk, yaahhh robotnya jatuh Andi, lengannya patah. Kamu jangan marah ya, kan kita hany...

UNTUK SEORANG IBU

  IBU, TERIMA KASIH               Kujejaki langkah demi langkah kakiku, meninggalkan sejuta hamparan kenangan akan semua yang telah mengubah hidupku. Kenangan yang memuat sejuta kisah antara dia, aku dan hal yang membuat diriku menjadi aku yang sekarang. Kenangan yang dulu bagiku adalah sebuah ketidakadilan yang selalu mengusik setiap detak nafas yang ingin kuhirup. Membuat hari yang seharusnya cerah dengan hembusan angin yang melegakan menjadi hari yang kelam dan mengusik jiwa. Tetapi itu aku yang dulu, aku yang sekarang merindukan dia dan semua kenangan yang dulu untuk mengusik jiwa ku kembali yang kini merasakan kekosongan.             “Nenta...Nenta... belajar sayang”, itu adalah kata yang selalu keluar dari bibirnya yang tipis dan lembut untukku. Aku merindukan kata itu kembali dan mengusik hari-hariku yang kini semakin hari semakin tiada makna yang terpendam ...

ARTI SEBUAH NAMA

  ARTI SEBUAH NAMA             Hiiiikkssss… hiiikkkksss             Ehhh, sepertinya aku mendengar suara orang yang sedang menangis, kata ibu sambil mencari sumber suara tangisan itu. Ternyata kamu Nenta, kenapa kamu sampai nangis nak?             Hikkkssss, masih sambil menangis Nenta menceritakan kepada ibunya apa yang selama ini dilakukan orang-orang kepadanya.             Ibu, dulu kenapa kalian memberi aku nama Nenta, aku kan anak perempuan bukan lelaki. Lihat sekarang semua temanku mengejek dan bilang kalau aku itu lebih cocok menjadi anak lelaki dari pada perempuan. Kenapa kalian tidak memberi aku nama yang lebih indah, kenapa harus Nenta bu? Hikkkksss, sambil menangis Nenta menyampaikan semua kekesalan dan perasaannya kepada sang ibu.   ...