BONEKA PAJANGAN
BONEKA
PAJANGAN
Tangkap Andi… ayo tangkap…. Jangan sampai jatuh,
nanti yang jatuh dia yang kalah.
Hahaha, iya aku tangkap Zir, ayo lempar aja. Nanti
kalau aku bisa tangkap kamu yang kalah ya.
Duaaaarrrr, doooorrrrr
Hahahahahahaha
Suara teriakan Andi dan Rizki yang sedang bermain
bersamaku memenuhi ruang kamar yang ukurannya tidak terlalu besar saat ini. Aku
adalah Neuron, robot mainan yang sedang mereka permainkan saat ini. Dilempar,
ditendang sudah menjadi hal yang biasa aku alami.
Sreeekkkkk, yaahhh robotnya jatuh Andi, lengannya
patah. Kamu jangan marah ya, kan kita hanya bermain seru Rizki yang sedang
merasa bersalah karena telah merusak salah satu dari lenganku.
Bukan masalah Riz, nanti aku paling minta lagi sama
papa untuk beli yang baru hehehe. Pasti papa izinkan, lagian ini udah robot
yang lama aku sudah tidak terlalu suka jawab Andi.
Aku selama ini ternyata hanya dijadikan barang
rongsokan oleh Andi. Padahal aku sudah menemaninya dari dia masih kecil hingga
saat ini dia sudah memasuki kelas 1 SD. Seandainya manusia bisa mendengar
suaraku aku akan berteriak ke mereka dan bilang kalau aku tidak suka dimainkan
dengan cara yang kasar. Tiap hari aku sudah menemani Andi bermain, dan sekarang
setelah aku hampir rusak dia bahkan mau membuangku dan membeli yang baru,
hiiikkkksss. Aku tidak mau lagi menjadi robot mainan. Kenapa aku tidak menjadi
robot pajangan aja seperti yang ada di toko-toko yang menjual permainan.
Ayo Riz, aku mau bilang ke papa sekarang, mainannya
tinggalkan aja di sini. Aku mau beli mainan baru kata Andi dengan wajah yang
bahagia karena sebentar lagi akan mendapatkan penggantiku.
Hiiiikkkksss… hikkkkksssss
Lengan kanan kamu patah Neuron, bagaimana ini.
Seru kenzo kepadaku. Neuron merupakan nama yang diberikan Andi kepadaku
begitupun dengan Kenzo. Kenzo adalah sahabatku karena kami dibeli bersama-sama
oleh orang tua Andi beberapa tahun yang lalu.
Aku akan segera dibuang Kenzo. Andi sudah tidak
menyukaiku lagi. Lihatlah dia bahkan sudah mau membeli yang baru padahal hanya
satu lenganku yang lepas dan masih bisa diperbaiki. Sambil menangis aku
mengatakan kekesalan kepada Kenzo.
Tidak Neuron, Andi tidak akan membuangmu
percayalah kepadaku. Kalau Andi memang mau membuang kita harusnya sudah dilakukan
sejak dulu, hibur Kenzo kepadaku.
tapi apa yang harus aku lakukan kalau ternyata
Andi benar-benar akan membuangku? Aku sudah tidak mau lagi menjadi robot
mainannya Andi. Aku akan pergi dari kamar ini, kataku sambil meluapkan amarahku.
Tapi kamu mau kemana Neuron, kamu tidak tahu
bagaimana dunia luar. Kita ini hanya mainan bukan manusia, bujuk Kenzo kepadaku.
Aku sudah tau kemana aku harus pergi sekarang.
Kamu mau ikut aku tidak? Setelah keluar dari sini kita tidak akan pernah
diperlakukan dengan kasar lagi oleh Andi.
Tapi kita mau kemana Neuron, aku takut kita akn
ketahuan sama manusia jawab kenzo dengan ragu-ragu.
Kamu percaya aja sama aku. Kemarin aku sempat
dibawa oleh Andi ke salah satu toko mainan yang ada di toko dengan sini. Kita
akan pergi kesana dan cara tempat persembunyian atau cari mainan lain yang bisa
kita jadikan teman. Ini adalah ide tergila yang pernah terpikirkan olehku, tapi
aku harus melakukannya.
Baiklah, aku akan ikut denganmu, jawab kenzo yang
tampak masih ragu. Kapan kita akan pergi kesana.
Nanti malam kita akan pergi melewati lubang yang
ada di bawah pintu. Bersiap-siaplah Kenzo.
Baiklah, terlebih dahulu aku akan membantumu
memperbaiki legan kananmu dulu, kata Kenzo sambil memasang kembali lengan yang
sudah terlepas dari tubuhku karena terlempar tadi.
Sekarang sudah malam, ayo kita mulai pergi,
bisikku pada Kenzo.
Kenzo hanya mengikuti langkahku tanpa mengucapkan
satu katapun. Sepertinya dia masih takut akan terjadi sesuatu kepada kami. Tapi
aku sudah bertekad untuk keluar dan tidak ada yang bisa menghentikanku. Aku
yakin, saat besok Andi menyadari bahwa mainannya telah hilang, dia tidak akan
pernah peduli.
Sepanjang perjalanan aku dan Kenzo bersembunyi
setiap kali ada manusia yang lewat.
Ternyata diluar memang sangat luas nya, ucap Kenzo
sambil memperhatikan sekeliling kami saat ini.
Dunia memang luas kataku kepada Kenzo. Aku sering
melihatnya saat Andi dulu selalu membawaku saat liburan sekolah.
Andi memang lebih sering membawamu kemanapun dia
pergi dibanding denganku. Kini Kenzo yang menjawab dengan suara yang sangat
pelan sampai aku hampir tidak bisa mendengarnya.
Aku tau kalau Andi memang lebih menyukaiku dibanding
Kenzo, tapi sekarang Andi sudah berbeda. Dia sudah tidak menginginkan mainan
seperti aku lagi.
Kita sudah sampai Kenzo, berhati-hatilah jangan
mengeluarkan suara terlebih dahulu, ucapku memberi aba-aba kepada kenzo sebelum
memasuki toko mainan tersebut.
Baiklah Neuron, hanya kata itu yang keluar dari
Kenzo.
Sebenarnya aku juga merasa tegang karena tidak pernah
melakukan ini sebelumnya apa lagi kabur dari rumah Andi. Tapi kalau tidak
dicoba aku tidak akan pernah tau bagaimana hasilnya.
Heiii, kalian siapa?
Sepertinya aku tidak pernah melihat kalian di sini. Aku dan Kenzo terkejut
karena tiba-tiba mendengar suara salah satu boneka pajangan yang yang ada di
toko ini.
Emmm, kami memang orang baru di sini. Tuan kami tidak
sengaja meninggalkan kami di saat sedang melihat mainan lainnya. Aku tau aku
sedang berbohong, tapi aku juga tidak mau kalau kami sengaja masuk ke dalam
toko tanpa ijin siapapun.
Sambil menarik sebelah
tanganku Koenzo berbisik, kamu kenapa harus berbohong. Nanti kalau kita
ketahuan bagaimana.
Tenang saja, kita
tidak akan ketahuan, jawabku dengan santai walau di dalam hatiku juga merasa
khawatir.
Pasti memiliki tuan
sangat menyenangkan ya, aku tidak pernah merasakan seperti yang kalian rasakan.
Aku selalu terkurung di dalam kotak mainan ini dan tidak pernah melihat dunia
luar. Apakah kalian bisa bercerita padaku bagaimana rasanya bisa bebas di luar
sana.
Kenzo hendak menjawab pertanyaan mainan tersebut, tapi
segera aku cegah karena aku memiliki rencana yang bisa membebaskan kami dari
siksaan di luar sana.
Di luar sana sangat
menyenangkan, manusia memperlakukan semua mainan dengan sangat baik. Kami
dijaga dan dan tidak pernah diperlakukan dengan kasar. Pada saat bermain,
tuan-tuan kami sangat bahagia, lagi-lagi aku harus berbohong kepada mainan
tersebut. Walaupun tidak sepenuhnya bohong karena memang manusia merasa bahagia
saat bermain bersama kami, tetapi mereka tidak memperlakukan kami dengan cara
yang baik.
Aku juga ingin
merasakannya, tapi bagaimana ya? Kata mainan pajangan tersebut sambil terlihat
berpikir.
Aku punya ide yang
bagus, bagaimana kalau aku dan temanku menggantikan posisi kamu sebagai boneka
pajangan. Jadi kamu bisa bebas keluar kemana saja kamu mau pergi. Kamu bisa
bermain sepuas yang kamu inginkan, kataku mulai memancing agar mainan pajangan
tersebut agar aku dan Kenzo dapat menggantikan tempatnya.
Kenzo yang saat ini
sedang disampingku hanya bisa terdiam dan tidak tahu harus mengatakan apa. Aku
tau dia ketakutan karena aku berbohong kepada mainan pajangan itu, tapi dia
juga sebenarnya sudah tidak tahan menjadi mainan yang selalu diperlakukan
dengan buruk.
Hmmm. Sepertinya itu
ide yang bagus… kalau begitu kita harus bertukar tempat sekarang. Aku sudah
tidak sabar untuk keluar, seru mainan pajangan tersebut dengan tidak sabaran.
Baiklah, kita akan bertukar tempat sekarang juga. Aku
menjawabnya tanpa berpikir panjang karena ini memang rencanaku.
Sekarang kamu buka
kunci kota yang menahanku ini dan kalian bisa masuk di dalamnya. Dengan wajah
yang tidak sabar mainan pajangan tersebut memberikan instruksi kepada kami
untuk membuka kotak penghalangnya.
Akhirnya aku bisa
bebas, sekarang masuklah, aku akan mengunci kalian di dalam kotak ini, seru
boneka pajangan tersebut.
Setelah menguncinya,
kau bisa membuang kunci itu dimana saja yang kamu mau, kataku kepada boneka
tersebut supaya dia tidak akan pernah punya kesempatan untuk kembali pada saat
dia sudah merasakan kehidupan di dunia luar.
Baiklah aku akan
membuangnya jauh-jauh. Kalau begitu aku pergi dulu, selamat menikmati hari-hari
kalian.
Akhirnya pagi pun
datang, tetapi kami hanya bisa berdiam di dalam kota ini.
Aku mulai bosan
Neuron, kita tidak bisa bergerak sama sekali di dalam kota ini. Bagaimana kita
bisa keluar? Kenzo terlihat gelisah dan ingin mengakhiri apa yang sudah kami
lakukan.
Aku juga merasa bosan,
aku kira hidup di dalam kota ini lebih menyenangkan dibanding hidup menjadi
robot mainan. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Aku sudah menyuruh
kepada mainan pajangan kemarin untuk membuang kuncinya dan aku tidak tahu
dimana dia saat ini.
Hiiiikkk, aku ingin
pulang ke rumah Andi. Tolonglah Neuron, Kenzo mulai terisak.
Aku sungguh menyesal
telah melakukan semua ini. Seandainya saja aku tidak gegabah dalam mengambil
keputusan kemarin, maka aku dan Kenzo tidak akan mengalami hal ini.
Beberapa hari telah berlalu dan kami hanya bisa
terdiam di dalam kota ini. Tidak ada yang bisa kami lakukan.
Tiba-tiba aku mendengar suara yang sedang
memanggil seseorang. Harusnya ini sudah malam, siapa yang masih ribut dan
mengganggu orang lain.
Heeeiii kalian, ini aku mainan pajangan yang
kemarin kalian tukarkan.
Kau kembali? Aku terkejut melihat boneka pajangan
tersebut dengan banyak lecet di seluruh tubuhnya.
Aku tidak ingin lagi hidup di luar. Di sana sangat
berbahaya. Beberapa hari ini aku mengalami banyak hal hingga badanku banyak
yang lecet. Untung saja aku benar-benar tidak dirusak oleh manusia-manusia yang
ada di luar sana, jelas mainan pajangan tersebut kepada kami.
Kami juga tidak mau lagi tinggal di dalam kota
ini, sangat membosankan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa di dalam sini seru
kenzo yang sudah tidak sabar untuk dikeluarkan.
Apakah kau belum membuang kunci kotak ini? Tanyaku
kepada mainan pajangan tersebut.
Tidak, aku ragu kalau aku bisa hidup di luar sana
dengan baik jadi aku tetap menyimpannya kata si mainan pajangan.
Baguslah kalau begitu, sekarang bukalah kota ini
dan kita akan bertukar tempat kembali. Kali ini Kenzo sepertinya menjadi lebih
banyak bicara daripada sebelumnya.
Setelah keluar aku segera meminta maaf kepada
mainan pajangan tersebut.
Aku minta maaf kalau sebelumnya aku banyak
berbohong demi bisa menggantikan posisimu sebagai pajangan di toko ini. Aku
kira di sini lebih nyaman dibanding menjadi robot mainan bagi manusia, jelasku
kepada mainan pajangan tersebut.
Sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahanmu, aku juga
yang terlalu serakah dan merasa tidak cukup hanya menjadi mainan pajangan
sehingga mengharapkan bisa keluar di dunia luar.
Terima kasih karena sudah kembali dan menolong
kami, ucap Kenzo kepada mainan pajangan tersebut.
Sekarang ayo kita kembali ke rumah Andi. Kita
pasti sudah dicari-cari dalam beberapa hari ini. Walaupun aku dan kenzo
diperlakukan kurang baik, aku tahu bahwa Andi sangat menyayangi kami. Buktinya
sampai sekarang kami masih belum dibuang ditempat pembuangan walaupun kami
sudah menjadi robot mainan yang sudah usang.
Baiklah, ayo kita pulang dan untuk sementara kita
harus bersembunyi di bawah tempat tidur agar kita tidak ketahuan melarikan
diri. Andi pasti akan segera menemukan kita.
Mama… papa aku sudah menemukan mainanku, mereka
ternyata ada di bawah tempat tidur, seru Andi saat menemukan kami.
Aku kira aku akan kehilangan mainanku, aku selalu
mencari-carinya. Walaupun ini mainan lama, tapi ini mainan yang menemani aku
sejak kecil sampai sekarang, kata Andi sambil memeluk aku dan Kenzo.
Aku sangat bahagia pada saat Andi mengatakan hal
tersebut. Selama ini ternyata aku yang terlalu berpikiran buruk kepada tuanku.
Selamanya aku akan tetap setia kepada Andi sampai aku benar-benar akan rusan
dan dibuang.
Bagaimana denganmu Kenzo? Tanyaku kepada Kenzo
Aku juga memikirkan hal yang sama. Aku tidak akan
pernah berpikir untuk lari lagi dari Andi. Aku akan menikmati hari-hari bermain
bersama Andi sampai aku tidak bisa digunakan lagi.
Comments
Post a Comment