CERITA DIBALIK LAYAR (ELI)
CERITA DIBALIK LAYAR (ELI)
Di ruang tamu yang biasanya selalu
sunyi tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras
Aku tidak akan pernah mau menikah dengan dia ayah, aku tidak
kenal dia. Bagaimana mungkin ayah bisa menjodohkan aku dengan orang yang bahkan
tidak pernah kutemui, teriak maria sambil sesegukan karena sedang menangis.
Berhenti melawan apa yang ayah
katakan!!! Kau anak yang keras kepala, ayah sudah bilang berulang kali bahwa
kau akan tetap menikah dengan dia. Sekarang tidak ada pilihan lain bagimu
selain mengikuti apa yang ayah katakan, balas Eli tak kalah keras memenuhi
ruangan tamu rumahnya.
Ibu, tolong katakan pada pada ayah
kalau aku tidak mau menikah dengan orang itu, aku ingin menemukan jodohku
sendiri ibu dan sekarang aku sudah punya orang yang aku sukai, kini Maria
berusaha mendapatkan dukungan dari ibunya.
Tidak nak, ibu tidak bisa
mendukungmu. Turutilah apa yang ayah kamu katakan, ini untuk kebaikanmu dan
kebaikan keluarga kita semua. Dengan lesu ibu Maria berusaha menahan air mata
yang sudah hampir jatuh dari kelopak matanya.
Kamu kira ayah tidak tahu siapa
orang yang kamu maksud itu maria? Ayah
tahu siapa dia, siapa ayahnya dan apa pekerjaannya, jawab Eli dengan gaya
seolah-oleh sedang meremehkan orang yang sedang mereka bicarakan. Selama ini
Eli memang selalu mencari tahu semua apa yang dilakukan putrinya. Bukan tanpa
alasan, Eli hanya tidak mau anaknya memiliki teman atau sampai berhubungan
dengan orang yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Ayah memang keterlaluan, mau sampai
kapan ayah terus memperlakukan aku seperti musuh sampai-sampai menyelidiki
tentang aku. Sebenarnya apa maunya ayah, haaaa? Maria terjatuh kelantai karena
tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Dia sudah lelah dengan tingkah laku
ayahnya yang selalu bertindak seenaknya tanpa mempedulikan perasaan orang lain
walaupun itu putrinya sendiri.
Ayah melakukan semua itu untuk
kebaikanmu anak bodoh. Kau mau mengharapkan apa dengan seorang tukang kayu itu?
Mau makan apa kau jika hidup dengan dia, apa kau mau makan ampas kayu, haaa?
Harusnya kau berterima kasih kepada ayah karena sudah mencarikan orang yang
terpandang dan memiliki segalanya menjadi suamimu. Dengan dia kau tidak akan
pernah sengsara dan kami pun orang tuamu akan merasa tenang. Eli terus berusaha
untuk meyakinkan putri satu-satunya itu.
Ayah mengharapkan kebahagiaanku atau
kesenangan ayah sendiri. Ayah pikir aku tidak tau apa yang ayah harapkan. Uang,
harta, perhiasan itukan yang ayah kejar? Berapa jumlah harta yang sudah mereka
berikan kepada ayah sampai tega menjual putrinya sendiri. Sekuat tenaga Maria
mengeluarkan suara untuk menentang keputusan ayahnya yang menurutnya tidak
masuk akal.
Eli menjodohkan maria dengan orang
asing itu memang karena dia adalah orang kaya dan orang tersebut sudah
menjanjikan sejumlah harta kepada Eli jika dia mau menikahkan putrinya Maria
dengan dia. Beberapa hari yang lalu mereka sempat bertemu untuk mendiskusikan
hal ini di rumah Eli dan tanpa sepengetahuan mereka Maria tidak sengaja
mendengar semua percakapan yang mereka lakukan.
Anak kurang ajar, dari mana kau
mengambil sifat keras kepalamu itu dan sekarang kau sudah berani melawan ayahmu
sendiri. Bawa dia ke dalam kamar dan jangan biarkan dia keluar sampai upacara
pernikahan akan dilakukan. Bentak Eli sambil menahan emosinya yang sudah
meluap. Eli sebenarnya terkejut karena Maria mengetahui hal tersebut, tapi apa
bedanya kalau dia tahu atau tidak, yang paling penting saat ini adalah Maria
bisa menikah dengan orang kaya itu dan dia bisa mendapat harta yang berlimpah.
Ibu, tolong jangan lakukan apa yang
ayah katakan. Tolong bantu aku ibu, aku
tidak mau menikah dengan orang itu, seru Maria kepada ibunya.
Maaf nak, ibu juga tidak bisa berbuat
apa-apa, kamu ikuti saja yang ayah kamu katakan. Mungkin ini yang terbaik untuk
masa depan kamu nak. Kali ini air mata ibu Maria tidak dapat terbendung lagi.
Sebenarnya dia juga tidak setuju dengan pilihan Eli suaminya, tapi dia tidak
bisa berbuat apa-apa. Suaminya itu punya tempramen yang sangat keras kepala dan
tidak akan mau mendengarkan apa kata orang lain karena sudah dibutakan oleh
harta.
Di dalam kamar Maria hanya bisa
meratapi dirinya dan hal yang mungkin akan segera dihadapinya. Dia juga merasa
sakit hati karena Yusuf adalah orang yang dia cintai, tapi sebentar lagi semua
mimpi-mimpinya untuk hidup bersama dengan Yusuf akan segera sirna.
Di tempat lain, Marta sahabat Maria
sedang berlari tergesa-gesa menuju rumah seseorang. Sepertinya sesuatu yang
buruk telah terjadi karena Ia bahkan melupakan keringat yang membasahi tubuhnya
akibat berlari.
Tok tok tok Permisi, Yusuf dimana
kau. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadamu, seru Marta di depan pintu
rumah Yusuf sambil mengatur nafasnya yang berderu kencang akibat kegiatan
berlari yang baru saja dia lakukan.
Marta, ada apa? Kenapa kau sampai
berkeringat seperti ini, tanya Yusuf yang merasa keheranan melihat penampilan
Marta saat ini.
Waktu datang ke sini aku berlari
karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu, jawab Marta
menjelaskan kepada Yusuf.
Kan kau bisa menelfon aku langsung? Bukannya
nomorku ada di kamu? kau ini kadang-kadang memang aneh Marta, aku tidak habis pikir
kenapa aku punya teman seperti mu. Sambil tertawa Yusuf menggeleng-gelengkan
kepalanya karena kelakuan temannya itu.
Diam lah Yusuf, kau pikir aku
seperti ini tanpa alasan? Aku tadi dari rumahnya maria dan aku tidak sengaja
mendengar pertengkaran Maria dengan ayahnya. Katanya dia sudah dijodohkan dan
akan segera menikah. Karena tidak tahu harus berbuat apa, aku langsung
mencarimu, kau kan suka sama si Maria. Kini Marta menceritakan kepada Yusuf
semua pertengkaran yang dia dengar tadi mulai dari perjodohan hingga Maria yang
saat ini sedang disekap di dalam kamar.
Yusuf… kenapa kau hanya diam saja,
kau tidak mau melakukan sesuatu. Aku sudah lelah mencarimu dan menceritakan
semuanya tapi kau di sini hanya diam saja. Dengan bibir yang cemberut Marta
merasa kesal dengan respon yang dilakukan oleh Yusuf.
Pulanglah Marta, kau pasti lelah karena
berlari tadi, aku ingin melanjutkan pekerjaanku, jawab Yusuf tanpa ekspresi
apapun.
Baiklah, terserahmu. Yang penting
aku sudah mengatakannya kepadamu dank au sendirinya nanti yang akan menyesal,
seru mari yang sudah kesal lalu meninggalkan rumah Yusuf.
Sebenarnya Yusuf bukan tidak
terkejut akan kabar yang diberikan oleh Marta. Dia bahkan ingin sekali
berteriak untuk meluapkan emosinya. Tapi dia mengingat kembali siapa dirinya
yang sekarang, dia hanya seorang pekerja kayu dan tidak punya kekuatan apapun. Kalau
dia ingin Maria hidup bersamanya, itu adalah hal yang mustahil karena keluarga
Maria pasti akan menolaknya.
Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan,
sambil memegang sebilah kayu Yusuf mulai mengeram menahan emosinya. Jangankan
melanjutkan pekerjaannya, bahkan untuk berjalan saja saat ini kakinya sudah
mulai tidak kuat lagi.
Dua hari berlalu Maria tetap berada
di dalam kamarnya dan tidak diizinkan untuk keluar seperti perintah ayahnya. Untuk
makan pun para palayan mengantarkannya ke dalam kamar agar Maria tidak
bertindak sesuatu yang bodoh. Besok adalah hari pernikahan yang telah
ditentukan, dan maria tidak bisa berbuat apapun.
Tok tok tok, Maria mendengar suara
yang berasal dari jendela kamarnya.
Siapa yang ada di sana, tanya Maria
sambil mendekat kearah sumber suara.
Ini aku Yusuf, aku akan
menyelamatkanmu dari pernikahan ini. Jadi tolong bantu aku membuka jendelanya.
Apa yang sedang kau lakukan, jika
kau ketahuan ayahku bisa menghukummu, kata Maria penuh kekhawatiran. Dia tahu
bahwa ayahnya tidak akan segan-sengan mengancam nyawa orang yang berani untuk
menggagalkan rencananya. Yusuf juga sebenarnya tahu akan hal tersebut, tapi dia
tidak akan tinggal diam dan tidak melakukan apapun melihat orang yang dia
cintai akan menikah dengan orang asing.
Tenanglah, aku tidak akan ketahuan.
Aku akan membawamu keluar dari tempat ini dan menyembunyikanmu di suatu tempat
sampai hari perikahanmu lewat. Setelah itu aku akan mengantarmu kembali kepada
orang tuamu, jelas Yusuf kepada Maria.
Baiklah, aku akan menuruti yang kau katakan,
jawab Maria kepada Yusuf. Walaupun masih Ragu namun dia tidak punya pilihan
lain untuk kabur dari pernikahan ini.
Setelah melarikan diri beberapa
saat, para pelayanan akhirnya menyadari bahwa Maria sudah melarikan diri dari
rumah. Mereka tertipu dengan bantal yang ditutupi oleh selimut di tempat tidur
dan berpikir itu adalah Maria yang sedang tertidur. Mendengar hal itu, Eli
menjadi murka dan segera pergi mencari Maria.
Dasar anak bodoh, berani-beraninya
dia melarikan diri. Pasti ada orang lain yang membantunya untuk melakukan hal
ini.
Pelayan, sediakan mobil untukku. Aku
akan mencari Maria kemanapun dia pergi. Kerahkan juga semua pekerja di rumah
ini untuk ikut mencari Maria, jangan sampai dia tidak ditemukan, bentak Eli
kepada para pelayannya.
Kau akan membawaku kemana Yusuf, aku
takut, kata Maria dengan nada yang mulai gelisah.
Aku akan membawamu kesebuah desa
kecil yang berada dipinggiran kota. Ayahmu tidak akan menemukanmu disana. Di
sana aku memiliki keluarga dekat, jadi untuk beberapa hari kau bisa tinggal
bersama mereka, jela Yusuf kepada Maria.
Setelah sampai ditempat yang
dimaksud, Yusuf menjelaskan kepada keluarganya apa yang sedang terjadi dan
akhirnya mereka mau menerima Maria untuk tinggal disana beberapa waktu.
Di tempat yang berbeda ayah maria
terus mencarinya tanpa lelah, terutama saat dia mendengar bahwa yang membantu
maria untuk melarikan diri adalah Yusuf. Dia menyesal tidak meleyapkan anak itu
sejak dia tahu bahwa Maria dekat dengan dia. Karena emosinya, Eli melajukan
mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tanpa di sadari ban mobilnya tergelincir
dan terjatuh ke dalam jurang.
Tolong...siapapun tolong aku, ucap Eli
dari dalam mobil yang menghimpitnya. Semburan darah keluar dari kepala karena
benturan yang sangat keras. Tidak beberapa lama kemudian Eli tidak tahan lagi
dan kehilangan kesadarannya.
Dimana aku, kenapa disini semuanya
gelap. Aku tidak bisa melihat apapun, seru Eli terkejut karena tidak tahu dia
sekarang ada dimana.
Tiba-tiba sebercik cahaya terang
masuk ketempat tersebut membuat mata Eli sakit dan tidak bisa melihat apapun.
Aku akan memberikan kesempatan
kepadamu untuk hidup kembali, tapi ingat janganlah memaksakan kehendakmu kepada
putrimu sendiri. Aku sudah memiliki rencana yang besar untuk putri mu Maria. Dan
ingat, biarkanlah dia hidup bersama Yusuf.
Siapa di sana, kenapa kau tahu
tentang putriku.
Belum sempat orang tersebut
menjawab, tiba-tiba Eli membuka matanya dan ia menyadari bahwa ini bukanlah
tempat yang tadi dia tempat. Dimana ini, kenapa ditubuhku begitu banyak
peralatan yang tidak kuketahui.
Akhirnya pak Eli bangun dari masa
kritisnya buk, ucap salah satu dokter memberikan keterangan kepada istri Eli.
Sementara para dokter memeriksan
keadaannya, Eli mulai memikirkan apa yang baru saja dia alami. Ia ingat bahwa
terahir kali ia kecelakaan karena mencari Maria yang kabur. Lalu dimana tempat
gelap yang tadi? Apakah itu hanya mimpi? Eli berusaha keras untuk mengerti apa
yang sedang terjadi pada dirinya.
Setelah pemeriksaan, Maria datang
kepada ayahnya sambil menangis.
Maafkan aku ayah, aku tidak akan
berbuat hal seperti itu lagi. Karena aku ayah hampir meninggal karena
kecelakaan, ucap Maria sambil menangis.
Jangan merasa bersalah nak, ini
adalah salah ayah sendiri yang sudah dibutkan oleh harta. Ayah tidak akan
memaksamu lagi untuk menikah dengan orang itu. Ayah juga tidak akan melarang
kamu dengan pria yang kamu cintai, jelas Yusuf sambil mengusap air mata di pipi
putrinya.
Ayah tidak sedang bercanda kan? Aku tau
aku salah tapi aku mohon jangan melakukan sesuatu kepada Yusuf, dia hanya ingin
menyelamatkanku pada saat itu, seru Maria yang mulai ketakutan melihat perilaku
ayahnya.
Hahaha, ayah tidak sejahat itu nak,
ayah minta maaf karena selama ini ayah terlalu keras kepadamu. Tapi sekarang
ayah sudah sadar akan kesalahan ayah. Jadi setelah ayah pulang dari rumah
sakit, kita akan mengadakan pesta pertungangan kalian berdua.
Eli menyadari bahwa perubahannya
mungkin membuat maria dan keluarganya keheranan, tapi dia tahu bahwa peringatan
yang dia alami di tempat gelap itu bukanlah hal yang biasa. Dia yakin itu
adalah pesan dari Tuhan, oleh karena itu dia tidak akan berani untuk
melawannya. Dia juga berjanji akan menjadi orang tua yang baik dan tidak akan
menjadi orang yang serakah dengan harta lagi.
Setalah kejadian yang cukup panjang,
akhirnya pertungan Maria dan Yusufpun digelar. Seluruh keluar keluarga
berkumpul untuk merayakan kebahagian tersebut.
Comments
Post a Comment