SEMUT SI PENAKLUK RINTANGAN

SEMUT SI PENAKLUK RINTANGAN

            Huuuuaaaa… suara Cley yang sedang menguap karena baru terbangun dari tidurnya. Cley adalah semut pengrajin yang selalu semangat dalam melakukan pekerjaannya.

Aku masih mengantuk, tapi ini sudah mulai pagi dan aku harus mulai bekerja untuk mengumpulkan makanan. Minggu depan, musim panas akan segera berganti menjadi musim hujan. Dan kalau sekarang aku tidak mengumpulkan makanan sebanyak mungkin, aku bisa saja mati kelaparan. “Ayo semangat bekerja Cley, kamu pasti bisa” seruku memberikan semangat untuk diri sendiri.

Na na na na na, Selamat pagi dunia, selamat pagi teman-teman, selamat pagi semuanya mari kita bekerja. Na na na na na….

Hei Cley ini masih terlalu pagi, dan kamu sudah nyanyi dengan girang kesana kemari. Kamu mau pergi kemana sepagi ini, kata salah satu teman Cley.

Aku mau pergi mencari makanan Rein, ini sudah mau musim hujan. Kalau aku tidak mulai mengumpulkan makanan dari awal nanti aku bisa kelaparan. Kamu mau ikut bersamaku mencari makanan? Aku sudah tau tempat yang paling banyak menyimpan makanan, jelas ku kepada Rain dengan penuh semangat.

Dimana Cley, biasanya kita juga hanya mencari di padang bunga yang biasanya. Tanya Rain kurang percaya.

Di atas bukit yang ada di padang bunga Rain. Aku belum pernah kesana, tapi tuan Frog bilang dia sering terbang kesana dan melihat banyak makanan. Kataku lagi kepada Rain untuk meyakinkannya.

Kamu percaya sama tuan Frog? Bagaimana kalau dia membohongimu? Lagian bukit itu lumayan tinggi dan aku tidak mau menyusahkan diri untuk pergi kesana hanya untuk mengumpulkan makanan.

Aku percaya sama tuan Frog karena dia adalah temanku. Kalau kamu tidak mau ikut bersamaku aku tidak akan memaksa. Tapi nanti kalau aku dapat banyak makanan aku tidak akan membaginya kepada mu, sungutku kepada Rain sambil berlalu darinya.

Setelah bertemu dengan Rain, aku melanjutkan perjalananku sambil bernyanyi.

Na na na na na, Selamat pagi dunia, selamat pagi teman-teman, selamat pagi semuanya mari kita bekerja. Na na na na na

Haiii Cley, kamu mau pergi kemana sepagi ini? Tanya Freng kepadaku sambil menggaruk kepalanya karena baru bangun tidur.

Aku mau pergi mengumpulkan makanan Freng, musim panas akan segera usai. Kamu mau ikut bersamaku enggak? Aku menemukan tempat yang banyak menyimpan makanan untuk kita. Jelas ku kembali kepada Freng.

Maaf Cley, bukan aku tidak mau ikut tapi sepertinya aku tidak bisa karena aku masih mengantuk dan aku masih mau melanjutkan tidurku.

Baiklah Freng, aku pergi dulu ya. Sambil melanjutkan perjalananku aku terus bernyanyi dengan gembira.

Sesampainya di bawah bukit aku sebenarnya mulai ragu untuk mendaki nya karena tempat ini sangat tinggi.

Heiii nak, kamu mau melakukan apa di bawah bukit ini. Seru nyonya Zein kepadaku.

Aku mau pergi ke atas bukit nyonya Zein. Kata tuan frog di atas ada banyak makanan dan aku ingin segera mengumpulkannya. Jelasku pada nyonya Zein.

Di atas memang banyak makanan nak, aku baru saja terbang terbang dan melewatinya. Apakah kamu ingin saya bantu untuk sampai ke atas sana nak? Tawar nyonya Zein kepadaku.

Tidak perlu repot-repot nyonya, aku akan pergi sendiri. Aku tidak mau merepotkan orang lain untuk mengumpulkan makanan.

Baiklah nak, kalau begitu kamu harus hati-hati ke atas sana. Jalan Nya lumayan terjal, jelas nyonya Zein kepadaku.

Baik nyonya, terima kasih karena sudah memperingatkanku.

Aku kembali melanjutkan perjalananku menaiki bukit, dan benar saja bukit ini sangat tinggi dan jalannya juga sangat terjal. Beberapa kali kaki dan tanganku terpeleset dan hampir terjatuh selama perjalanan. Tapi aku harus terus semangat sampai aku mencapai puncak bukit ini.

Setelah beberapa lama, akhirnya aku sampai dan benar saja disini ada begitu banyak makanan yang bisa kusimpan untuk musim hujan yang akan mendatang. Dengan semangat aku mengumpulkan satu persatu dan membawanya ke tempatku. Di perjalanan banyak semut-semut lainnya yang melihatku bekerja dan bertanya untuk apa aku mengumpulkan begitu banyak makanan. Aku hanya menjelaskan kalau sebentar lagi musim hujan akan datang dan aku membutuhkan persediaan makanan agar tidak kelaparan. Namun kebanyakan dari mereka ada yang menertawakanku karena menurut mereka ini terlalu konyol dan menyusahkan diri sendiri. Tapi beberapa yang lainnya juga mulai melakukan hal yang sama sepertiku.

Setelah satu bulan berlalu, musim hujan pun terjadi. Semua jalan tertutup oleh air sehingga tidak ada yang berani keluar sarang untuk mencari makanan.

Huuu Aaaaa, aku menguap dari tempat tidurku karena mendengar suara petir yang cukup keras.

Untung kemarin aku sudah mengumpulkan makanan, kalau tidak sekarang aku pasti sudah kelaparan.

Tok tok tok, terdengar suara ketukan di pintu sarang tempatku. Siapa yang datang sepagi ini di tengah hujan lebat.

Ini kami Cley, seru Rain dan Freng. Kami mau meminta bantuanmu, tolonglah kami.

Kalian mau minta tolong apa sepagi ini, tanyaku kepada mereka penasaran.

Kami kelaparan Cley, dari kemarin hujan tidak pernah berhenti dan air menggenangi jalan menuju padang bunga. Berikanlah kami sedikit dari persediaan makananmu, ucap Freng sambil melipat tangannya di depanku.

Aku kan kemarin sudah mengajak kalian untuk mengumpulkan makanan, tapi kalian tidak mau mendengarkanku. Sekarang kalian malah datang dan meminta makanan yang sudah aku kumpul dengan susah payah.

Iya Cley, kami tau kami salah. Tapi tolong bantulah kami, seru Rain kembali kepadaku.

Huuuffff, ya sudahlah. Kalian adalah teman-temanku. Kalau begitu ayo masuk kedalam tempatku, aku akan menyajikan beberapa makanan untuk kalian.

Terima kasih Cley. Mulai sekarang kami akan rajin untuk mengumpulkan makanan untuk jaga-jaga di musim hujan.

Sama-sama Freng, Rain. Ini bisa jadi pelajaran untuk kita kedepannya untuk selalu rajin dalam bekerja dan mengantisipasi apa yang akan terjadi kedepannya. 

 


Comments

Popular posts from this blog

JIKA AKU LEMAH MAKA AKU KUAT

UNTUK SEORANG IBU