ARTI KELUARGA

 

ARTI KELUARGA

“Rein berangkat sekolah dulu ya bu …” terdengar suara teriakan
dari kamar Rein yang tidak jauh dari dapur tempat ibu nya sekarang berada.

          “kamu kenapa pagi sekali berangkat sekolah Rein? Kamu bahkan belum bantu ibu sama
sekali untuk membereskan pekerjaanmu” tegur ibu lembut melihat tingkah laku
Rein yang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya.

          “Nanti aku telat bu … Udah ya, aku mau pergi dulu” lanjut Rein tidak menghiraukan
perkataan ibu nya.

          “Udah sarapan Rein” tanya ibu khawatir.

          “Udah bu” jawab Rein asal sambil berlari meninggalkan rumah menuju ke sekolah.

          Sebenarnya jarak rumah Rein dari sekolah tidak terlalu jauh. Rein hanya tinggal berjalan
kaki selama 10 menit dan dia akan segera sampai. Akan tetapi setiap hari dia
diberikan ibunya. Di pagi hari saat ibu membangunkannya lebih awal, Rein selalu
selalu pergi lebih awal dari rumah untuk menghindari pekerjaan rumah yang
berpura-pura masih mengantuk agar tidak diganggu oleh ibunya.

          Selama
perjalanan Rein berjalan seorang diri sambil memikirkan perbuatannya kepada
ibu. Dia tahu kalau yang dia lakukan salah, namun dia juga malas untuk mau
melakukan pekerjaan rumah.

          “Rein … tungguin aku” terdengar suara teriakan dari belakang Rein.

          “Ehhh ternyata kamu Shein. Kok tiba-tiba muncul dibelakangku” tanya Rein terkejut
mendapati sahabatnya tiba-tiba sudah berada di belakangnya,

          “Kamunya aja yang dari tadi melamun sampai-sampai nggak denger suaraku yang dari tadi
teriak manggil nama kamu. Emang kamu lagi mikirin apasih” tanya Shein penasaran.

          “Nggak kok, aku nggak mikirin apa-apa, kamunya aja yang mikir gitu” elak Rein karena
malu menceritakan kelakuannya.

          “Aku nggak masalah sih kalau kamu nggak cerita. Tapi kalau kamu memang punya masalah
lebih baik diceritakan, siapa tau aku bisa bantu kamu setidaknya memberi
solusi” ucap Shein sambil merangkul pundak Rein.

          “Hmmm … sebenarnya aku malu untuk bilang ke kamu. Tapi sebenarnya belakangan ini aku
selalu menghindar dari pekerjaan rumah. Aku selalu melawan sama apa yang ayah
bantu pekerjaan rumah dan pekerjaan lainnya untuk membantu perekonomian kami di
dan ibu katakan, malas disuruh terus sama ibu. Tiap hari harus kerja keras rumah. Kadang aku mikir kenapa keluarga ku nggak seperti keluarga lainnya.
mengungkapkan isi hatinya selama ini.
Anak-anak mereka bisa enak, nggak melakukan apapun dan orangtua mereka selalu
bisa memberikan apa yang mereka mau” jelas Rein menundukkan kepala

          “mungkin aku nggak ngerti perasaan kamu gimana saat ini Rein, tapi aku percaya kalau apa
yang kamu dan keluarga kamu alami itu adalah rencananya Tuhan. Semua yang
keluarga yang punya banyak uang nggak punya masalah. Kita semua punya masalah
terjadi dalam kehidupan kita baik adanya dibuat oleh Tuhan. Lagian belum tentu masing-masing. Hanya saja kita sekarang nggak bisa melihat masalah mereka
harus bersyukur dengan keluarga yang Tuhan kasih saat ini. Yang paling penting
karena kita bukan jadi bagian dari keluarga mereka. Jadi kalau menurutku kita dalam keluarga itu bukan uang tetapi saling mengasihi dan menghormati” jawab
Shein sambil menepuk-nepuk pundak Rein.

          “Terima kasih Shein sudah membantu ku” ucap Rein sambil mengangkat wajahnya melihat
kearah Shein.

          “Sama-sam. Udah yuk, kita sekarang lanjut berangkat sekolah dulu. Nanti bisa-bisa beneran
telat karena kelamaan ngobrol” jawab Shein tertawa mencairkan suasana.

          Selesai dari sekolah Rein mendatangi ibunya dan meminta maaf karena kelakuannya selama
ini yang sudah membuat ibunya sedih.

          “Rein minta maaf ya bu. Rein selama ini suka melawan apa yang ibu dan ayah katakana
ke Rein. Rein melakukan itu karena kesal sama keadaan kita yang susah. Tapi
harusnya bersyukur punya ayah dan ibu yang sangat sayang sama Rein” jelas Rein
sekarang Rein udah tau kok kalau yang Rein lakukan itu nggak bener. Rein
kepada ibunya mulai menangis.

          Tidak apa-apa sayang. Ibu tau kamu selama ini capek bantuin pekerjaan rumah dan juga
harus bantu kerja untuk cari uang. Tapi meskipun keluarga kita seperti ini,
tetap memberikan kita damai sejahtera di rumah” jawab ibu kepada Rein.
kita harus selalu bersyukur karena meski dengan keadaan yang sulit Tuhan masih

          “Iya bu… kedepannya Rein akan berusaha untuk jadi anak yang lebih baik. Rein sayang
ibu” ucap Rein sambil memeluk ibunya.

          “ibu juga sayang Rein: jawab ibunya sambil membalas pelukan anaknya.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

JIKA AKU LEMAH MAKA AKU KUAT

UNTUK SEORANG IBU