Cristian Education
WORDLVIEW
Wordview adalah cara pandang seseorang terhadap
segala sesuatu mengenai seluruh aspek dalam kehidupan. Wordview dapat membentuk
kepribadian sesorang sesuai dengan cara pandang yang biasa digunakan sehingga
dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu memiliki penilaian yang
berbeda-beda terhadap suatu hal yang di akibatkan oleh cara pandang yang
berbeda pula. Menurut Pdt. Sutjipto Subeno "Worldview (Pandang-dunia) adalah cara seseorang
melihat dan mengerti segala sesuatu di dalam alam dan hidupnya. Pemikiran ini
bisa muncul karena manusia mengetahui bahwa setiap realitas bisa dimengerti
secara berbeda oleh setiap orang berdasarkan cara pandangnya". Jadi dapat
disimpulkan bahwa wordview adalah bagaimana sesorang melihat segala sesuatu
berdasarkan pengetahuan yang telah dipercayai.
Namun bagi orang kristen wordview yang
sebenarnya adalah bagaimana menjadikan alkitab atau firman Tuhan menjadi tolak
ukur dalam menilai segala sesuatu. Alkitab mencakup segala kebenaran yang
dibutuhkan dalam memandang segala sesutu yang ada di dalam hidup ini. Kebenaran
yang ada di Alkitab merupakan kebenaran yang bersifat mutlak dan tidak dapat di
bantah oleh siapapun karena merupakan firman Tuhan dan firman Tuhan merupakan
kebenaran (Yohanes 17:7)
Bagaimana kita menghargai
dan menjalani hidup ini merupakan hasil dari cara pandang kita terhadap diri
kita sendiri. Dengan cara pandang yang berdasarkan Alkitab kita dapat
menghargai segala pemberian yang telah diberikan terhadap diri kita sendiri dan
juga menghargai orang lain serta segala perbedaan yang ada di dalam hidup kita.
Menurut Pdt. Sutjipto Subeno "seorang Kristen akan melihat segala yang ada dan terjadi dari sudut
pandang Tuhan. Pandang dunia seperti ini terjadi karena ia percaya bahwa Tuhan ada". Jadi, kepercayaan (iman) akan
menentukan dan membentuk cara pandang dunia seseorang.
Dengan mengetahui hal ini, kita lebih dapat menghargai setiap hidup yang telah Tuhan percayakan di dalam kehidupan kita. Kita dapat melihat bahwa segala sesuatu aspek yang ada di dalam kehidupan kita adalah pemberian dari Tuhan hanya oleh kasih karunia-Nya. Kita dapat lebih percaya dan memiliki iman kepada Tuhan sehingga setiap saat di dalam kehidupan kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Dengan mengembangkan paradigma kristen juga kita dapat menjadi teladan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Kita dapat memberikan contoh bagaimana menghargai setiap hidup kita, meskipun banyak yang menjadi kekurangan dan kelemahan di dalam hidup tetapi dengan memandang hidup ini sebagai kasih karunia kita dapat mensyukuri setiap pemberian tersebut dan tetap menjalaninya dengan ketentuan yang telah Tuhan berikan. Selain itu dengan mengembangkan paradigma kristen kita dan dapat memberikan contoh bagaimana karakter-karakter dari kristus seperti pengasih dan penyanyang kepada setiap manusia sehingga semakin banyak orang-orang yang mau mengenal Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah juruselamat mereka. Dengan itu kita telah melakukan Tujuan hidup yang telah di sediakan Tuhan dalam kehidupan kita (Efesus 2:10)
Dengan mengetahui hal ini, kita lebih dapat menghargai setiap hidup yang telah Tuhan percayakan di dalam kehidupan kita. Kita dapat melihat bahwa segala sesuatu aspek yang ada di dalam kehidupan kita adalah pemberian dari Tuhan hanya oleh kasih karunia-Nya. Kita dapat lebih percaya dan memiliki iman kepada Tuhan sehingga setiap saat di dalam kehidupan kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Dengan mengembangkan paradigma kristen juga kita dapat menjadi teladan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Kita dapat memberikan contoh bagaimana menghargai setiap hidup kita, meskipun banyak yang menjadi kekurangan dan kelemahan di dalam hidup tetapi dengan memandang hidup ini sebagai kasih karunia kita dapat mensyukuri setiap pemberian tersebut dan tetap menjalaninya dengan ketentuan yang telah Tuhan berikan. Selain itu dengan mengembangkan paradigma kristen kita dan dapat memberikan contoh bagaimana karakter-karakter dari kristus seperti pengasih dan penyanyang kepada setiap manusia sehingga semakin banyak orang-orang yang mau mengenal Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah juruselamat mereka. Dengan itu kita telah melakukan Tujuan hidup yang telah di sediakan Tuhan dalam kehidupan kita (Efesus 2:10)
Comments
Post a Comment