IPS
PERSEBARAB FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA
A. Standar kompetensi
Mampu memahami
penyebaran Flora dan Fauna yang ada di Indonesia beseta ciri-ciri dari setiap
Flora dan Fauna berdasarkan daerah penyebarannya.
B. Kopetensi Dasar
Mengidentifkasi
proses penyebaran flora dan fauna yang ada di Indonesia beserta ciri-cirinya.
C. Indikator
· Menyebutkan pengertian dari flora dan fauna
· Mengetahui indikator
penyebab penyebaran flora dan fauna
· Mengetahui ciri-ciri
setiap flora dan fauna yang ada di Indonesia berdasarkan daerah penyebarannya
D. Tujuan Pembelajaran
· Siswa dapat
menjelaskan apa yang dimaksud dengan flora dan fuana
· Siswa dapat
mengidentifikasi penyebab penyebaran flora dan fauna yang ada di Indonesia
· Siswa dapat
menyebutkan daerah-faerah pembagian Indonesia berdasarkan penyebaran flora dan
fauna
E.
Pengertian Flora dan
Fauna
Flora dan Fauna dapat
disebut sebagai tanaman dan satwa. Flora dan Fauna merupakan suatu istilah
kolektif, dimana kata tersebut merujuk kepada kelompok suatu tanaman dan satwa
yang berada pada wilayah tertentu. Perlu diketahui bahwa Indonesia mempunyai
jumlah flora dan fauna yang beragam.
1)
Penyebaran Flora
Berdasarkan Wilayah Indonesia
Barat (Paparan Sunda)
Barat (Paparan Sunda)
Flora di paparan sunda terbagi menjadi tiga macam yaitu
flora endemik seperti bunga bangkai atau raflesia arnoldi yang hanya terdapat
di wilayah Bengkulu, jambi, dan sumatera selatan serta bunga anggrek tien
Suharto yang hanya ada di wilayah sumatera utara. Selanjutnya flora khas
paparan sunda adalah pada bagian pantai timur di dominasi hutan mangrove dan
rawa gambut. Kemudian flora di bagian pantai barat didominasi oleh
meranti-merantian, rawa gambut, kemuning, rotan dan hutan rawa air tawar.
| Flora Bagian Barat (Papan Sunda) |
Ciri-ciri Flora paparan Sunda
1. Mempunyai
jenis- jenis kayu yang berharga
2. Selalu
hijau sepanjang tahun
3. Jenis
pohon yang tumbuh bersifat heterogen terdapat spesies flora endemic
Tengah (Peralihan)
Flora bagian Tengah
meliputi pulau Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara. Dibagian tengah ini jenis
hutannya seragam atau hutan homogen yang artinya didominasi oleh satu jenis
tumbuhan. Jenis tumbuhan yang ada di hutan flora bagian tengah adalah pinus,
cemara, dan palma.
![]() |
| Flora Bagian Tengah |
1. Memiliki
ukuran daun yang kecil
2. Tumbuhannya
memiliki ukuran kecil
3. Tumbuhannya
memiliki daun yang pendek
4. Pohon
lebih rendah dari hutan hujan tropis
5. Pada
musim kemarau daunnya gugur
6. Pada
musim penghujan mulai bertunas
Timur (Paparan Sahul)
Wilayah flora
sahul atau Indonesia bagian timur sendiri adalah pulau Papua dan beberapa
pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya.
Banyak karakteristik berbeda yang terdapat di Indonesia bagian timur
diantaranya terdapat hutan putih, banyak pohon sagu, banyak semak belukar,
pepohonannya masih jarang dan tidak ada jenis nangka. Di Indonesia bagian timur
sendiri juga menghasilkan beberapa pohon sangat berkualitas yang tumbuh di
hutan ini. Diantaranya pohon besi, cemara, merbau, jati, dan juga eben hitam.
Ciri-ciri Flora bagaian timur (Paparan Sahul)
1. Bentuk
daun memanjang
2. Memiliki
daun paralel
3. Memiliki
jenis meranti - merantian yang sedikit
4. Terdapat
hutan kayu putih
5. Tidak
memiliki tumbuhan rotan
6. Memiliki
banyak tumbuhan sagu
7. Banyak terdapat keluarga palm
2)
Penyebaran Flora Berdasarkan
Iklim
Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis
(tropical rain forest) adalah hutan yang hanya terdapat di daerah beriklim
tropis. Di dalam hutan hujan tropis terdapat pepohonan yang tinggi dan rapat
yang tingginya mencapai 60 m. Di Indonesia, hutan tropis banyak terdapat di
daerah-daerah yang curah hujannya tinggi seperti di Pulau Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Hutan musim
Hutan Musim terdapat di daerah beriklim tropis yang mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dam musim hujan. Contohnya hutan musim seperti hutan jati di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di dalam hutan ini ketinggian pohonnya antara 12-35 m. Daunnya pada musim kemarau meranggas sedangkan pada musim hujan bersemi.
Hutan sabana
Hutan musim
Hutan Musim terdapat di daerah beriklim tropis yang mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dam musim hujan. Contohnya hutan musim seperti hutan jati di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di dalam hutan ini ketinggian pohonnya antara 12-35 m. Daunnya pada musim kemarau meranggas sedangkan pada musim hujan bersemi.
Hutan sabana
Hutan sabana atau
savana adalah padang rumput yang diselingi pepohonan perdu. Hutan mi banyak
dijumpai di daerah-daerah yang musim kemaraunya panjang dengan curah hujan yang
kecil. Hutan sabana banyak terdapat di kepulauan Nusa Tenggara.
Hutan Bakau
Hutan Bakau
Hutan bakau atau mangrove merupakan hutan khas di daerah
pantai tropik. Ciri-ciri tumbuhannya, yaitu mempunyai akar nafas yang
menggantung dan batang. Hutan ini banyak terdapat di pantai utara pulau Jawa,
pantai timur Sumatra, pantai selatan Kalimantan Tengah, dan Riau.
a. Penyebaran Fauna Menurut Garis Wallace
Pada abad
ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis
Wallace, yang merupakan suatu garis imajiner yang membagi kepulauan
Indonesia ke dalam 2 daerah, yaitu daerah zoogeografis Asia dan daerah
zoogeografis Australasia (Wallacea).Garis Wallace ini berdasarkan hipotesa yang
dilakukan oleh Alfred Rusell Wallace tentang jenis fauna yang berada di wilayah
Indonesia bagian barat dan tengah.
Jenis fauna yang terdapat di wilayah Garis Wallace
Jenis fauna yang terdapat di wilayah Garis Wallace
Mamalia:
terdapat sekitar 223 spesies asli mamalia, dimana 126 diantaranya
merupakan hewan endemik dan Sulawesi merupakan pulau terbesar dengan mamalia
endemik terbanyak, seperti: anoa, babi rusa, kera, dan tarsius.
Burung:
terdapat sekitar 700 jenis burung, seperti: Serindit Gagak Banggai,
Punggok Togian, Gosong Sula, Kepudang-sungu Sula, Raja-perling Sula, Anis
Sulawesi, Sikatan Matinan, Julang Sulawesi, dan Kangkareng Sulawesi.
Jenis fauna yang terdapat di wilayah garis wallace
Reptil dan Amfibi:
terdapat sekitar 222 spesies, dan 99 diantaranya merupakan hewan endemik,
seperti: buaya indo-pasifik dan komodo.
Ikan: terdapat
sekitar 310 spesies, dan 75 diantaranya merupakan ikan endemik.
b. Penyebaran Fauna Menurut Garis Webber
Garis Webber merupakan garis yang membatasi antara jenis flora dan
fauna Indonesia bagian tengah dan timur atau tipe Peralihan dan tipe Australis.
Secara lebih tepat, garis ini terletak diantara pulau Papua dan pulau Sulawesi.
Garis ini ditentukan berdasarkan hipotesis dari Max Wilhelm Carl Weber.
Dengan adanya garis Wallace dan Weber persebaran fauna di
Indonesia dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
Fauna Tipe Asiatis: Karakteristrik fauna tipe ini memiliki hewan-hewan mamalia menyususi
berukuran besar seperti Gajah, Harimau, Gajah bercula dua, beruang madu, Orang
utan.
Fauna Tipe Bagian Tengah atau Peralihan: Bagian tengah Indonesia ini meliputi wilayah Sumatera dan
sekitarnya. Wilayah peralihan ini dapat kita jumpai beberapa jenis fauna
endemik contohnya anoa, komodo, babi rusa, monyet hantu/tarsius, dan burung
maleo.
Fauna Tipe Bagian Timur atau Australis: Persebaran fauna bagian barat ini meliputi wilayah papua
dan sekitarnya. Diwilayah Australis juga dapat kita jumpai beberapa jenis hewan
endemik seperti kasuari, burung cendrawasih, nuri sayap hitam, kanguru pohon
mantel emas, hiu karpet berbintik maupun merak gouravictori.
Silahkan download PptS disini
Silahkan download PptS disini



Comments
Post a Comment