IPA
SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
1. Mulut
Mulut adalah bagian paling awal dalam
sistem Pencernaan manusia. Mulut berfungsi sebagai Alat yg digunakan untuk
mengunyah makanan sehingga tekstur makanan menjadi lebih halus sehingga lebih
mudah dicerna oleh sistem pencernaan lainnya. Di mulut terdapat tiga Bagian
penting yang digunakan Saat mencerna makanan yaitu:
1. Gigi: digunakan untuk
mengunyah makanan sehinga makanan lebih mudah dicerna oleh pencernaan
lainnya.
Gigi Terdiri Dari Beberapa Jenis Yaitu:
gigi seri yang terdiri dari 8 gigi yaitu (4 di atas dan 4
di bawah). Gigi seri digunakan untuk menggigit makanan yang masuk kedalam
mulut.
gigi taring yang digunakan untuk merobek makanan karena gigi
taring adalah gigi yang paling tajam diantara gigi yang lainnya.
Gigi geraham terdiri dari delapan gigi yaitu empat di bagian atas
dan empat di bagian bawah. Gigi ini digunakan untuk mengunyah dan menggiling
makanan.
2. Lidah: Digunakan untuk
membantu makanan masuk kedalam kerongkongan sehingga makanan lebih mudah masuk
untuk di cerna oleh lambung.
3. Ludah: Digunakan untuk
membantu memecahkan makanan dengan menghasilkan enzim amilase yang membantu pati makanan terpecah di mulut.
2. Kerongkongan
Kerongkongan adalah bagian yang digunakan
untuk menghubungkan makanan untuk masuk kedalam lambung. Kerongkongan membantu
makanan masuk kedalam lambung gerakan peristaltik sehingga makanan dapat
masuk dengan mudah.
3. Lambung
Setelah melewati kerongkongan, makanan
masuk kedalam lambung kemudian lambung mengolah makanan tersebut menjadi lebih
cair dengan cairan asam asam lambung (HCI) pepsin,
musin, dan renin. Pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil. Musin
merupakan mukosa protein yang melicinkan makanan. Renin merupakan enzim khusus
yang hanya terdapat pada mamalia, berperan sebagai kaseinogen menjadi kasein.
4. Usus Halus
Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu duodenum dengan panjang sekitar
25 cm, jejenum dengan panjang sekitar 2,5 cm sedangkan ileum dengan panjang
sekitar 3,6 cm. Sehingga panjang keseluruhan sekitar 6 hingga 8 meter.
Pada usus ini terdapat pencernaan yaitu secara kimiawi yang diperankan oleh duodenum dan jejenum dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan oleh usus halus sendiri. Enzim tersebut adalah disakaridase, erepsinogen, sekretin dan, kolesitokinin. Setelah dicerna oleh duodenum dan jejenum, nutrisi yang terkandung dalam makanan akan diserap oleh ileum yang akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
Pada usus ini terdapat pencernaan yaitu secara kimiawi yang diperankan oleh duodenum dan jejenum dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh pankreas dan oleh usus halus sendiri. Enzim tersebut adalah disakaridase, erepsinogen, sekretin dan, kolesitokinin. Setelah dicerna oleh duodenum dan jejenum, nutrisi yang terkandung dalam makanan akan diserap oleh ileum yang akan disalurkan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
5. Usus Besar
Usus besar mempunyai tiga bagian yaitu bagian naik, melintang, dan turun. Usus besar merupakan organ pencernaan setelah usus halus yang menjadi tempat pembusukan sisa makanan. Setelah mengalami penyerapan sisa makanan yang terdiri dari mineral dan garam
kembali diserap oleh usus halus sedangkan sisa makanan yang berupa sampah yang
tidak dapat diserap akan mengalami pembusukan dengan bantuan bakteri escheichia
coli. Makanan yang mengalami pembusukan akan dikeluarkan dalam bentuk feses.
Usus besar mempunyai tiga bagian yaitu bagian naik, melintang, dan turun. Usus besar merupakan organ pencernaan setelah usus halus yang menjadi tempat pembusukan sisa makanan.
6. Anus
Anus merupakan tempat terakhir dalam sistem pencernaan. Di bagian anus makanan telah mengalami pembusukan sehingga dapat dikeluarkan. Proses pengeluaran feses ini disebut defekasi. Defekasi dapat terjadi akibat rangsangan dari lambung dan usus halus yang berisi makanan kepada usus besar. Defekasi dapat terjadi karena gerak peristaltik anus menuju rektum.
Anus merupakan tempat terakhir dalam sistem pencernaan. Di bagian anus makanan telah mengalami pembusukan sehingga dapat dikeluarkan. Proses pengeluaran feses ini disebut defekasi. Defekasi dapat terjadi akibat rangsangan dari lambung dan usus halus yang berisi makanan kepada usus besar. Defekasi dapat terjadi karena gerak peristaltik anus menuju rektum.





Comments
Post a Comment